Catatan Jumadal Ula 1446H – Bulan Solidaritas Palestina 2024

BismilLah.
Catatan nasihat dari Syaikh Mahmud Hasyim Anbar dari Gaza – Palestina ba’da sholat Jum’at 06 Jumadal Ula 1446H / 08 Nop 2024M di Masjid An-Nubuwwah – Pesantren Al-Fatah, Natar sbb :

  • Peringatan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) bukan hanya solidaritas kepada bangsa Palestina, tapi juga solidaritas kepada anak-anak Palestina, solidaritas kepada perempuan Palestina, solidaritas kepada para orangtua lanjut usia Palestina, solidaritas kepada tahanan Palestina, dan juga solidaritas kepada pejuang Palestina.
  • Warga Palestina, utamanya yang berada di Gaza, mewakili ummat Islam sedunia dalam upaya pembelaan Masjid Al-Aqsho. Ia adalah masjid yang merupakan qiblat pertama ummat Islam, masjid kedua di atas Bumi, masjid ketiga yang disunnahkan ziyaroh kepadanya, dan merupakan tempat Isro’ nya Nabi Muhammad shollalLohu ‘alayhi wa sallam.
  • Gaza kini tidak lagi sama dengan sebelumnya. Gaza hari ini terbilang tidak layak huni bagi manusia umumnya, karena semua fasilitas terus-menerus dihancurkan oleh Zionis Israel, baik rumah tinggal, masjid, rumah sakit, sekolah, pasar dan sebagainya.
  • Genosida benar-benar terjadi, 18 anggota keluarga besar kami menjadi syahid. Secara umum lebih dari 40 puluh ribu warga Palestina syahid, belum termasuk warga yang tertimbun bangunan dan belum dikeluarkan, sedangkan lebih dari 100 ribu warga luka-luka, baik laki-laki maupun perempuan.
  • Dlm lintasan sejarah kepemimpinan Muslimin (th.223H), pernah terjadi di kota Ammuriah (di Turki), seorang budak muslimat dilecehkan oleh orang Romawi hingga terbuka sebagian aurotnya, maka dia berteriak minta pertolongan kepada Kholifah dengan ucapan, “Wa Mu’tashimah !” Kholifah Mu’tashim yang mendapatkan kabar demikian, segera mengirimkan pasukan besarnya. Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa panjang barisan pasukan Kholifah itu tidak putus, mulai dari gerbang kota Baghdad (Iraq) hingga gerbang kota Ammuriah (Turki) !
  • Lalu mengapa kini warga Gaza berteriak minta tolong tapi Muslimin sedunia seakan diam saja. Gaza ditinggalkan sendirian ketika melawan Zionis Israel, yang didukung persenjataan-nya oleh banyak negara sekutu mereka. Yang terjadi, rakyat Gaza kini menghadapi kebiadaban sekian negara sekaligus !
  • Banyaknya korban diantara warga Gaza, dengan puluhan ribu syahid, kebanyakan adalah anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia, belum lagi yang tertimbun reruntuhan bangunan, secara manusiawi, semua itu adalah hal yg amat menyedihkan. Tetapi AlLoh Ta’ala berfirman : Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman. (QS. Ali ‘Imron 139). Bagi orang beriman, mereka akan mendapatkan dua kebaikan : hidup dengan kemuliaan atau mati sebagai syahid (Isy Kariman aw Mut Syahidan).
  • Bagaimana dengan kondisi warga dan pasukan Zionis Israel? Yang terjadi : mereka juga ditimpa ketakutan, kesakitan dan kematian, sebagaimana firman AlLoh Ta’ala : Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (QS. An-Nisa’ 104). Ketika sebagian dari warga dan atau pasukan Zionis mati, maka mereka tidak lagi ada harapan apapun selain kehidupan dunia ini. Berbeda hal-nya dengan orang-orang beriman yang bergembira dengan ganjaran dari AlLoh Ta’ala.
  • Berdasar hadits Nabi shollalLohu ‘alayhi wa sallam bahwa siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia tidak bersyukur kepada AlLoh Ta’ala. AlhamdulilLah lembaga AWG dan Mer-C dari Indonesia secara rutin menyalurkan bantuan kepada rakyat Gaza di Palestina, bahkan sebelum genosida terjadi.
  • Dan jangan lupakan do’a untuk rakyat Palestina. Do’a adalah senjata orang beriman, sebagaimana kisah Umar Mukhtar, pemimpin pejuang kemerdekaan Libya dari penjajahan Italia. Kisah-nya kurang lebih demikian, saat beliau ditanya : bagaimana kita bisa menang dari penjajah Italia yang punya pesawat terbang, mereka dengan mudahnya mem-bom pasukan kita? Beliau balik bertanya : pesawat terbang itu berada di bawah atau di atas ‘Arsy AlLoh? Si penanya menjawab : di bawah ‘Arsy. Beliau menukas : kalau demikian mintalah kepada AlLoh Ta’ala yang mempunyai ‘Arsy !

Demikian catatan kami, semoga bermanfa’at dan mohon ma’af atas segala kekurangan yg ada