BismilLah.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad 47/07)
Sahabat semua, perang Palestina (utamanya Gaza) – Israel di atas kertas memang “berhenti” dengan adanya gencatan senjata “semu”, yang diinisiasi oleh Amerika Serikat. Tapi kenyataan yang ada telah membuka mata Dunia bahwa Zionis Israel memang bangsa yang busuk, yang terus saja melanggar gencatan senjata dan membombardir Gaza, bahkan menyerang dan mengusir warga Palestina di Tepi Barat. Lalu bagaimana dengan Masjid Al-Aqsho? Kondisinya makin dicengkeram oleh musuh Islam itu, dengan terus mengupayakan bermacam-macam muslihat agar muslimin tidak lagi ramai menziarahinya.
Dahulu, sepulang RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam dari peristiwa penuh mu’jizat, yakni diperjalankan oleh AlLoh ‘Azza wa Jalla ke Masjid Al-Aqsho di negeri Palestina, sejak saat itu pula ummat Islam diuji keimanannya. Ada diantara mereka yang murtad, tapi banyak diantara mereka yang berusaha menerima peristiwa itu sebagai bagian dari Iman, dan tetap memegang teguh bay’at (janji setia) mereka kepada Muhammad shollalLohu ‘alayhi wa sallam. AlLohu Akbar !
Dan semenjak RosululLoh memberangkatkan pasukan ke negeri Syam, dengan komandan seorang anak muda (Usamah ibn Zayd), upaya penaklukan Baytul Maqdis menjadi “tongkat estafet” kepemimpinan ummat Islam di kemudian hari yang tak pernah berhenti. Ketika Nabi wafat dan digantikan oleh Kholifah Abu Bakar, pasukan ke negeri Syam berikutnya dikirimkan. Dan AlLoh Ta’ala taqdirkan Baytul Maqdis bebas dari tangan kaum Nashoro ketika kaum Muslimin dipimpin oleh Kholifah ‘Umar ibn al-Khoththob.
Dengan terbebasnya Baytul Maqdis atau Iliya, maka ummat Islam terus berdatangan untuk menziarahi, ikut membangun dan memakmurkan kota tersebut, bahkan sebagian shohabat Nabi melakukan hijroh kembali, bersama keluarga mereka, ke negeri penuh berkah itu. Walaupun dalam satu masa Baytul Maqdis, atas taqdir AlLoh Ta’ala, jatuh lagi ke tangan kaum Nashoro, tapi kenyataan pahit itu tidak serta-merta menghalangi sebagian muslimin untuk datang menziarahinya.

.
Kegiatan Ziarah menuju Masjid Ketiga, yang dimulai sejak Nabi Muhammad dan dilanjutkan oleh kaum Muslimin, terus berlangsung hingga kini. Apa buktinya? Ada 200 bangunan, bahkan lebih, yang dibangun oleh pimpinan ummat Islam sepanjang masa, hadir memperlihatkan jati dirinya di kompleks Masjid Al-Aqsho. Lalu siapa saja tokoh kaum Muslimin yang berziarah ke sana, sepanjang 10 Abad Hijriyah?
Dan maa sya AlLohu kana, tidak terasa slogan jihad “Al-Aqsho Haqquna” sudah berkumandang dua dasawarsa, inilah taqdir yang AlLoh idzinkan. AlhamdulilLah, untuk terus memberikan semangat kepada para pejuang pembebasan Masjid Al-Aqsho, kali ini penyusun waqof-kan Ebook “Ziarah Masjid Ketiga”.
Bagi pembaca yang ingin mendapatkannya, silakan unduh file berikut (KLIK DISINI)
Atau mau lihat-lihat dulu apa isinya, silakan buka di situs arsip dunia maya (KLIK DISINI)
(soft file disediakan oleh situs sourceforge.net, tidak perlu ragu karena yang kami sediakan adalah berkas legal dan bukan virus)
Ebook yang penyusun bagikan ini boleh dicetak-ulang, disebar-luaskan dan digunakan sebagian atau seluruhnya bagi kepentingan pembelaan Masjid Al-Aqsho.
Bagi pembaca yang ingin PESAN BUKU CETAKNYA (infaq Rp. 64.000,- diluar ongkos kirim) silakan bisa melalui :
- Chat WhatsApp ke nomor 085-642-771-858 atau ke Telegram dengan username @hdisumarsono
- Boleh juga tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Insya AlLoh 30% keuntungan akan di-shodaqoh-kan untuk Upaya Pembebasan Masjid Al-Aqsho melalui lembaga Al-Aqsa Working Group (AWG).
Semoga bermanfa’at bagi juang literasi dalam upaya Pembebasan Masjid Al-Aqsho. BarokalLohu fikum





