
BismilLah.
Hari Jum’at 22 Nop 2024M pk. 13:30 s/d 15:00 WIB
– Muslimin perlu menyiapkan kekuatan senjata dan ilmu berdasarkan perintah AlLoh Ta’ala dalam QS. Al-Anfal 60.
– Tahapan penyampaian materi Dauroh :
- 1). Muqoddimah,
- 2). Strategi RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam,
- 3). Teori geo-politik.
– Dialog pembuka dari pemateri :
- 1). Mengapa sepanjang ratusan tahun muslimin belum bisa membebaskan Masjid Al-Aqsho?
- 2). Mengapa aksi demonstrasi dan galang dana sudah dilakukan oleh muslimin tetapi belum juga bisa membebaskan Masjid Al-Aqsho?
– Kedua hal tersebut terjadi karena terjajahnya pemikiran muslimin, misalnya : mempersempit tanggung-jawab ummat Islam se-dunia atas Masjid Al-Aqsho, dengan munculnya pernyataan bahwa urusan Masjid Al-Aqsho adalah urusan dunia Arab saja, yang kemudian semakin dipersempit bahwa Masjid Al-Aqsho hanya urusan orang Palestina saja. Pada akhirnya muslimin tidak lagi merasa punya tanggung-jawab untuk memikirkan nasib situs mulia tersebut, apalagi bergerak membela dan membebaskannya.
– Hal diatas ditambah keburukannya dengan politik adu-domba yang terus-menerus diupayakan oleh dunia Barat guna menghancurkan kekuatan ummat Islam. Adu-domba tersebut ditandai dengan kasus Inggris yang berhasil menjajah Masjid Al-Aqsho melalui tangan Syarif Husein, pemimpin Makkah saat itu. Awalnya mereka menggunakan dalih bahwa Khilafah Turki Utsmani tidak lagi pantas memimpin ummat Islam karena sejatinya mereka bukan keturunan Quroisy. Selanjutnya Inggris mengobral janji bahwa mereka akan mendukung pergerakan Syarif Husein dan akan menobatkan dirinya sebagai Kholifah, bilamana ia memberontak kepada Khilafah saat itu. Tergiur dengan janji tersebut, maka ia menyerang kota Baytul Maqdis dengan pasukan muslimin, sedangkan pasukan Yahudi berada di belakangnya. Masjid Al-Aqsho berhasil direbut, tetapi dengan licik diambil-alih oleh kaum kuffar, melalui lembaga Liga Bangsa-bangsa (yang kemudian berkembang menjadi PBB) sebagai wilayah mandat Inggris.
– Mari bebaskan pikiran kita sebelum dapat membebaskan Masjid Al-Aqsho, dan mengisi pikiran kita dengan pemahaman mendalam tentang Masjid Al-Aqsho.
Hari Jum’at 22 Nop 2024M pk. 16:00 s/d 17:30 WIB
– Perlunya kita membebaskan pikiran karena adanya dua masalah berikut :
- 1). Penjajahan atas akal muslimin dengan pola pikir Barat,
- 2). Menjadikan akal pikiran kita sebagai Tuhan.
– Dua masalah tersebut dapat diselesaikan dengan ilmu dan ma’rifat, yang mana keduanya berbeda jauh secara makna sebagaimana penjelasan Sayyid Qutb. Pemateri pernah berusaha menemukan jawaban yang memuaskan, dalam jangka waktu yang lama, untuk bisa memahami perbedaan antara keduanya.
– Ilmu secara makna adalah sebatas mengetahui keadaan sesuatu mulai dari tingkat dasar hingga rinci, tetapi ma’rifat adalah mengenal secara mendalam seraya bergerak untuk mencapai keadaan yang diharapkan.
– Untuk dapat mencapai pembebasan Baytul Maqdis maka kita memerlukan enam tahapan
- 1). wasf / description,
- 2). ta’lil / explanation,
- 3). fahum / understand (umumnya muslimin berhenti di tahap ini),
- 4). tafsir / interpretation,
- 5). tahqiq / realization,
- 6). taujih / direction.
– Mengapa muslimin saat ini berhenti pada tahapan ke-3 dan belum mampu melanjutkan ke tahapan berikutnya? Selama 107 tahun (bila dihitung dari th.1917) belum ada Ulama yang menyajikan secara keilmuan “Rencana Pembebasan Masjid Al-Aqsho”.
– Ketika kita bicara tentang Masjid Al-Aqsho yang terjajah maka ilmu yang manfa’at adalah ilmu yang membahas bagaimana cara membebaskan Masjid Al-Aqsho dari penjajah.
– Dengan mendapatkan ilmu yang manfa’at maka akan muncul pemikiran berupa strategi pembebasan Masjid Al-Aqsho, dan selanjutnya akan muncul pula pemikiran yang mampu merumuskan langkah-langkah rinci guna mewujudkannya.
– Dua kekurangan yang ada saat ini, yakni : ilmu yg manfa’at dan teori strategi pembebasan Masjid Al-Aqsho.
Hari Jum’at 22 Nop 2024M pk. 20:00 s/d 22:00 WIB
– Dimulai dengan pembacaan QS. Al-Isro bagi seluruh peserta, dan dilanjutkan dengan tadabbur pemateri atas ayat-ayatnya.
– Kita membaca QS. Al-Isro malam ini adalah berdasarkan sunnah Nabi yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah Ummul Mukminin rodhiyalLohu ‘anha, “Biasanya Nabi shollalLohu ‘alayhi wa sallam belum tidur sehingga beliau membaca surat Bani Israil dan Az-Zumar.” (HR. Tirmizi 3402, dia mengatakan, haditsnya Hasan)
– Dilihat dari masanya maka QS. Al-Isro (atau Bani Isroil) itu diturunkan saat beliau beradadi Makkah, dan ternyata pada saat itu tidak ada satu pun orang Yahudi di sana. Hikmahnya : bahwa RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam diperintahkan untuk memikirkan keadaan Masjid Al-Aqsho, walaupun posisi beliau masih berada di Makkah.
– Pembacaan QS. Al-Isro ini menandakan adanya strategi pembebasan Masjid Al-Aqsho, dengan melaksanakan sunnah yang banyak dilupakan oleh ummat Islam. Hal ini dalam rangka menghidupkan sunnah, walaupun hadits-nya dinilai dho’if oleh ahli hadits, yakni siapa yang menghidupkan sunnah di kala kerusakan ummat maka ia akan mendapatkan pahala syahid.
– Pada awal QS. Al-Isro dikisahkan adanya 2 kali kerusakan dan 2 kali kejayaan bagi Bani Isroil. Menurut Professor, genosida paska tgl. 07 Oktober 2023 adalah puncak kerusakan Yahudi, tidak ada yang lebih besar dalam sejarah kecuali kekejian hari ini.
– Tiga tahapan kehancuran Zionis Israel pada awal QS. Al-Isro sbb :
- I). Kalimat “liyasu’u wujuhakum” (untuk menyuramkan wajahmu). Zionis Yahudi dapat dihinakan wajahnya oleh muslim Indonesia dengan cara sebarkan kejahatan mereka di media sosial, atau tulis surat terbuka atau makalah tentang kejahatan mereka di media massa.
- II). Kalimat “wa liyadkhulul masjida kama dakholuhu awwala marroh” (dan untuk memasuki masjid sebagaimana memasukinya pertama kali) adalah simbol bahwa Zionis Yahudi menjelang akhir kekuasaannya. Dan muslimin akan memasuki Masjid Al-Aqsho sebagaimana dahulu Kholifah ‘Umar bin al-Khoththob pertama kali masuk ke sana.
- III). Kalimat “wa liyutabbiru ma ‘alaw tatbiro” (dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai). Zionis Yahudi akan kalah, dan negara Israel akan lenyap dan hancur.
– Adapun tahapan kehancuran Zionis Israel pada bagian akhir QS. Al-Isro digambarkan sbb:
- I). Ayat 104 pada kalimat “fa idza ja-a wa’dul akhiroti ji’na bikum lafifa” (niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur) mengisyaratkan bahwa bangsa Yahudi akan datang dari berbagai belahan dunia untuk berkumpul di sana.
- II). Ayat 105 pada kalimat “wa ma arsalnaka illa mubassyiron wa nadziron” (tidaklah kami mengutus engkau kecuali sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan) yang ditujukan kepada RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam dengan isyarat datangnya kemenangan muslimin atas Masjid Al-Aqsho. Yang disebut sebagai “haq” adalah kebenaran Al-Quran pada ayat ke-104 sebelumnya.
- III). Ayat 106-107 tentang iman atas kehancuran negara Zionis Israel (ditandai dengan dhomir huruf “ha”), apakah kita akan yakin atas hal itu atau tidak?
- IV). Ayat 108-109 mengungkapkan bagaimana sikap orang beriman atas janji yang diberikan Alloh Ta’ala kepada mereka, merasa yakin dengan janji tersebut dan menyungkur bersujud.
- V). Ayat 110-111 menggambarkan bagaimana muslimin saat mereka berhasil memasuki Masjid Al-Aqsho, yakni dengan banyak memuji Alloh Ta’ala dan bertakbir sebagaimana merayakan ‘Iedayn.
– Simpulan :
- 1). Menghidupkan sunnah membaca QS. Al-Isro tiap malam sebelum tidur.
- 2). QS. Al-Isro menggambarkan peta kehancuran negara Zionis Israel.
- 3). Pada bagian awal dan akhir surat tersebut terdapat janji Alloh Ta’ala akan kehancuran Zionis Israel.
Demikian catatan kami, semoga bermanfa’at dan mohon ma’af atas segala kekurangan yang ada.
Lanjutkan ke Bagian ke-II (klik disini)
Lanjutkan ke Bagian ke-III (klik disini)