Nasihat Jumadats Tsani 1447H – Menggapai Ridho ALLOH ‘Azza wa Jalla

BismilLah. 

Nasihat Imaamul Muslimin : Ust. Yakhsyallah Mansur pd ba’da Shubuh, Ahad 09 Jumada al-Tsani 1447H / 30 Nop 2025M di Masjid An-Nubuwwah – Natar, Lampung sbb :

Pagi ini kita akan lanjutkan membaca tafsir QS. Al-Bayyinah

= Ayat ke-6 artinya, “Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.”

  • Pada ayat ini disebut berbarengan orang-orang kafir dari ahli kitab dan musyrikin, karena kedua golongan tersebut sama-sama masuk Neraka. Dan AlLoh sebutkan namanya, yakni Jahannam, karena Neraka itu bertingkat-tingkat dan punya nama masing-masing sesuai dengan dosa para penghuninya.
  • Dan kedua golongan itu kekal didalam Neraka selama-lamanya, sebagai kepastian dari AlLoh Ta’ala. 

= Ayat ke-7 artinya, “Sungguh, orang-orang yg beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”

  • Yang dinamakan orang beriman itu ternyata tidak cukup hanya pengakuan saja, tapi dituntut adanya bukti, berupa amal sholih.

= Ayat ke-8 artinya, “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

  • Balasan bagi orang-orang beriman yang beramal sholih adalah Surga, yang AlLoh sebut namanya, yakni ‘Adn. Sebagaimana Neraka, maka Surga juga bertingkat-tingkat sesuai pahala para penghuninya.
  • Sungai-sungai mengalir dibawahnya, yang ditafsirkan sebagai kondisi subur makmur, sehingga menumbuhkan tanaman yang berbuah sepanjang waktu, yang dapat dinikmati oleh para penghuninya.
  • Dalam ayat ini ada tambahan “Abadan”, yakni para penghuni Surga itu menetap, dijadikan tempat tinggal, dan tidak lagi keluar dari sana. Berbeda dengan penghuni Neraka, manakala dosa penghuninya dari golongan orang beriman telah dibersihkan, maka ia akan keluar dari Neraka lalu dimasukkan ke Surga.
  • Kata ridho lebih pas dimaknai puas, sebagaimana hadits Nabi shollalLohu ‘alayhi wa sallam, “Perempuan mana saja yang wafat, sedangkan suaminya ridho (puas, tidak mengeluh) padanya, maka ia akan masuk Surga.” (HR. Tirmidzi 1161).
  • AlLoh ridho, yang dimaksud adalah puas dengan ketaatan para penghuni Surga. Dan sebaliknya, para penghuni Surga pun puas dengan ganjaran Surga, yang AlLoh Ta’ala berikan. Kondisi ini jarang sekali kita temukan di dunia, biasanya pihak yang memberi merasa puas lebih dulu, tapi pihak yang diberi ternyata belum puas, atau sebaliknya.
  • Bagaimana agar AlLoh Ta’ala ridho dengan kita? Tafsir ayat dengan ayat, bisa ditemukan dalam QS. At-Tawbah 100 yang menyatakan bahwa orang-orang yang awal masuk Islam, yakni shohabat Muhajirin dan Anshor, merekalah yang mendapatkan ridho AlLoh. Dan mereka itulah yang disebut “Al-Jama’ah” dalam banyak hadits Nabi shollalLohu ‘alayhi wa sallam. Juga ditegaskan dengan hadits “maa ana ‘alayhi wa ashhabiy” (sesiapa yang aku berada diatas -jalan itu- dan para shohabatku, HR. Tirmidzi 2641), maka saya katakan : inilah hubungannya antara Al-Jama’ah dan surat Al-Bayyinah.
  • Kalaulah orang lain masih mencari-cari apa itu Al-Jama’ah, maka kita sudah berada didalamnya, alhamdulilLah. Dengan segala kekurangan yang ada, kita menetapi kembali Jama’ah Muslimin dan Imaam-nya sebagai bentuk ketaatan kepada AlLoh dan Rosul-Nya.
  • Dan Surga itulah balasan bagi orang yang takut kepada Robb mereka, yang takut dengan siksa-Nya sehingga berhenti dari mendurhakai-Nya. WalLohu a’lam.

Demikian catatan kami, semoga bermanfa’at dan mohon ma’af atas segala kekurangan yang ada.