Nasihat Jumadats Tsani 1447H – Hubungan QS.Al-Bayyinah dan Al-Jama’ah

BismilLah.
Nasihat Imaamul Muslimin : Ust. Yakhsyallah Mansur pada ba’da Shubuh, Sabtu 08 Jumada al-Tsani 1447H / 29 Nop 2025M di Masjid An-Nubuwwah – Natar, Lampung sbb :

  • Pagi ini kita akan membaca tafsir QS. Al-Bayyinah dan hubungannya dengan al-Jama’ah. Mengapa diberi judul membaca tafsir? Karena kita akan menggali berbagai tafsir untuk membuka wawasan keilmuan lebih luas, baik tafsir bil ma’tsur (berdasar riwayat) maupun tafsir bil ro’yi (berdasar pikiran). Saya merasa, sedikit sekali diantara Asatidz yang mengaitkan surat ini dengan Al-Jama’ah.
  • Sebelumnya, ada pertanyaan mendasar bagi kita, yakni apakah untuk memahami Al-Quran dipersyaratkan harus mengerti Bahasa Arab? Jawaban nya, “Tidak. Mengapa?” Argumen atas hal ini diantaranya :
    1). Ayat “hudan lin naas” (QS. Al-Baqoroh 185) yakni petunjuk bagi manusia, sedangkan berdasar kenyataan, manusia tidak semuanya bisa berbahasa Arab.
    2). Ayat “dzikro lil ‘alamin” (QS. Shod 87) yakni peringatan untuk seluruh alam atau segala ummat, pengertiannya sama dengan diatas.
  • Maka kemudian kita temukan kisah para ilmuwan yang masuk Islam, justru karena mengetahui hikmah di balik pengetahuan mereka, yang terhubung dengan kebenaran Al-Quran, walaupun mereka tidak paham Bahasa Arab, tapi mereka mampu memahami dengan cara membaca terjemahnya.
  • Para ulama sepakat, tidak boleh men-terjemah-kan Al-Quran secara lafzhiyah, nanti bisa salah mengartikan, karena :
    1). Tidak semua kata dalam Al-Quran bisa diartikan, kadang ia hanya bersifat tambahan atau untuk memperindah kalimat.
    2). Kurangnya kosa kata dalam Bahasa Indonesia yang sebanding, sehingga ada beberapa kata dalam Bahasa Arab yang berbeda lafazh-nya tapi tetap diartikan sama dalam bahasa kita.
  • Contoh dalam surat ini adalah kata “Jannatu” yang arti lafzhiyah-nya : “taman”, tapi arti maknawi-nya : “Surga”. Jadi yang diperbolehkan adalah terjemah maknawi, seperti yang kita baca dalam Al-Quran terjemah saat ini, yang sudah di-tashih oleh Depag. 
  • Adapun nama surat ini adalah : Lam Yakunil Ladzina Kafaruw, Al-Qoyyimah, Al-Bariyah dan Al-Bayyinah. Sedang nama tawqifi (yang ditetapkan oleh Rosul) adalah : Al-Bayyinah. Surat ini termasuk Madaniyah, yakni diturunkan di Madinah.

= Ayat ke-1 artinya, Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Nashoro) dan orang-orang musyrik (yang menyekutukan AlLoh dengan sesuatu) tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.

  • Kata “kafir” itu artinya bukan “ingkar” karena asal katanya adalah “petani”, sebagaimana QS. Al-Hadid 20. Mengapa diserupakan dengan petani? Karena pekerjaan petani adalah memasukkan benih ke dalam tanah, lalu menutupinya dengan tanah. Disebut “kafir” karena mereka menutupi dirinya dari kebenaran.
  • Nah kedudukan ahli kitab dan musyrikin dalam ayat ke-1 ini disamakan, karena keduanya menutup diri dari kebenaran, sampai datang bukti yang nyata. Walaupun dalam kasus lain, kedudukan keduanya dibedakan, contohnya : pernikahan, yang mana laki-laki muslim boleh menikah dengan perempuan ahli kitab, sebagaimana dalam QS. Al-Maidah 5.
  • Tetapi pada masa Kholifah ‘Umar, nikah seperti itu dilarang karena :
    1). Siapa yang menikahi muslimat kalau laki-laki muslim lebih memilih perempuan ahli kitab?
    2). Sebagian shohabat condong kepada pendapat bahwa ahli kitab saat itu kedudukannya sama dengan musyrikin, sebagaimana arti ayat ke-1 diatas.
  • Dari ketetapan Kholifah ‘Umar inilah diambil ushul fiqh bahwa “khilafah rof’ul ikhtilaf” (satunya kepemimpinan menyelesaikan perselisihan pendapat yang beragam).

= Ayat ke-2 artinya, (Yaitu) seorang Rasul dari AlLoh (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur`ān).

  • Ayat ini adalah jawaban dari ayat pertama, dengan menyatakan bahwa bukti yang nyata itu adalah diutusnya Nabi Muhammad shollalLohu ‘alayhi wa sallam. 
  • Dan utusan tersebut membacakan lembaran-lembaran yang disucikan oleh AlLoh Ta’ala dari kesalahan, yakni Al-Quran. 

= Ayat ke-3 artinya, Didalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).

  • Disebut kitab-kitab karena didalamnya (Al-Quran) memuat berbagai hukum yang tertulis.
  • Lurus isinya, yang menyebabkan sebagian dari mereka beriman dan sebagian lainnya kafir.

= Ayat ke-4 artinya, Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

  • Pada ayat ini, hanya disebut ahli kitab, tanpa penyebutan orang-orang musyrik seperti pada ayat pertama, mengapa? Karena yang punya ilmu tentang “bayyinah” adalah Yahudi dan Nashoro, sementara orang musyrik jelas tidak punya ilmu tentang hal itu.
  • Dan sikap terpecah-belah ahli kitab justru terjadi ketika mereka sudah mengetahui apa “Bayyinah” itu. Yahudi dan Nashoro tahu persis bagaimana ciri Rosul yang akan datang, tetapi mereka menutupi kebenaran tersebut karena merasa dengki, yakni tidak puas karena Rosul yang diutus bukan “lahir” dari kalangan mereka.
  • Dari ayat ini juga, kita mengetahui bahwa terpecah-belah itu disebabkan oleh ilmu yang dibarengi dengki, sedangkan yang diseru oleh AlLoh adalah ilmu yang dibarengi ikhlash, sebagaimana ayat berikutnya. Yang terakhir inilah, yang diperlukan guna mewujudkan al-Jama’ah, yakni ilmu yang dibarengi ikhlash, bukan dengan mensyaratkan dari kalangan tertentu.

= Ayat ke-5 artinya, Padahal mereka hanya diperintah menyembah AlLoh dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

  • Mereka, sebagaimana dalam kitab Taurot dan Injil, diperintahkan untuk menyembah AlLoh, tanpa mempersekutukan-Nya. Yakni berpegang teguh kepada agama Nabi Ibrohim, dan agama Nabi Muhammad, bila datang nanti.
  • Disebutkan sebagian untuk menyatakan seluruhnya, yang dalam ayat ini AlLoh Ta’ala sebutkan hanya sholat dan zakat, tetapi yang dimaksud adalah melaksanakan seluruh syari’at Islam, sebagai agama yang lurus.

Demikian catatan kami, semoga bermanfa’at dan mohon ma’af atas segala kekurangan yang ada.