Catatan Rojab 1446H – Dauroh Kubro Baytul Maqdis (Bagian-III)

BismilLah.

Hari Ahad 24 Nop 2024M pk. 08:30 s/d 11:30 WIB

– Mengapa RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam menyusun strategi pembebasan Masjid Al-Aqsho? Karena saat itu situs tersebut sedang dijajah oleh Romawi Bizantium.

– Kali ini kita akan membahas persiapan strategi di Madinah, setelah sebelumnya persiapan strategi di Makkah.

– Pada saat Al-Quran turun di Makkah, Syam dan Mesir disebut sebagai Al-Ardhul Mubarokah.

– Sedangkan pada saat Al-Quran turun di Madinah, lokasi Baytul Maqdis disebut sebagai Al-Ardhul Muqoddasah.

– Adapun nama Baytul Maqdis dan Baytul Muqoddas, keduanya menunjuk kepada masjidnya, yang penamaan ini berasal dari RosululLoh.

– Strategi yang dilaksanakan oleh RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam adalah sbb:

A). Beliau memberi nama baru bagi kota tersebut sebagai langkah pertama pembebasan Masjid Al-Aqsho. Batas luas kota Baytul Maqdis sama luasnya dengan batas kota Makkah dan Madinah, dan batasan ini sudah Alloh Ta’ala tentukan.

B). Memberikan kabar gembira kepada para shohabat bahwa Baytul Maqdis akan dibebaskan oleh kaum muslimin. Sebagai contoh adalah kisah berikut:

  • B.1). Syaddad bin ‘Aws yang saat itu tertimpa sakit keras, ternyata dibisiki oleh RosululLoh dengan kabar gembira, bahwa Baytul Maqdis akan terbuka dan dirinya (kemudian dilanjutkan oleh putranya) akan menjadi Imaam di sana.
  • B.2). Dalam perang Tabuk, beliau berada dalam kemah kecil, yang luasnya hanya cukup untuk diri beliau sendiri. Seorang shohabat yang bernama Awf bin Malik suatu ketika meminta idzin untuk masuk ke kemah beliau, sembari bertanya, “Apakah aku boleh masuk dengan seluruh badan?” RosululLoh mempersilakan dirinya masuk, lalu bersabda bahwa ada enam tanda menjelang hari Qiyamat, yakni (1).Wafatnya beliau, (2).Terbebasnya Baytul Madis, dan seterusnya. Sabda beliau kepada Awf bin Malik ini mengisyaratkan bahwa pembebasan Masjid Al-Aqsho akan terjadi setelah wafatnya RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam.

– Kita membutuhkan waktu yang panjang untuk pembebasan Masjid Al-Aqsho, sebagaimana panjangnya masa 90 tahun yang diperlukn oleh Sholahuddin Al-Ayyubi.

– Apakah muslimin Indonesia mampu membebaskan Masjid Al-Aqsho, sedangkan belum ada usaha-usaha untuk hal tersebut? Ingatlah hikmah dari kisah Maryam yang diperintahkan oleh AlLoh Ta’ala untuk menggoyangkan tunggul pohon kurma tua, walaupun dirinya saat itu sangat lemah karena sehabis melahirkan.

Hari Ahad 24 Nop 2024M pk. 13:30 s/d 15:00 WIB

C). Baytul Maqdis menjadi perbincangan di kalangan shohabat, juga saat mereka sedang bersama-sama dengan RosululLoh shollalLohu ‘alayhi wa sallam. Diantaranya adalah hadits dari Abu Dzar, yang menanyakan tingkat kemuliaan Masjid Al-Aqsho. Juga hadits seorang pembantu RosululLoh yang bernama Maymunah binti Sa’ad rodhiyalLohu ‘anha, yang menanyakan hal apa yang bisa ia lakukan untuk Baytul Maqdis.

– Ketika Sholahuddin datang ke Dhiyar Bakir di Turki untuk mengumpulkan laki-laki guna memperkuat pasukannya, ternya para perempuan mendatanginya. Mereka menyerahkan minyak wangi mawar guna membersihkan najis kaum Kuffar dari Masjid Al-Aqsho. Minyak itu adalah simbol bahwa muslimin saat itu yakin akan berhasil membebaskan Masjid Al-Aqsho.

D). Membaca QS. Al-Isro setiap malam. Dengan membacanya maka hati dan pikiran kita akan tertaut terus dengan Masjid Al-Aqsho. Masjid Al-Aqsho akan terbebaskan bilamana setiap negeri telah menempuh persiapan ma’rifat dan telah tertanam tsaqofah (budaya pemikiran / trending topic) tentang Baytul Maqdis.

– Tiga surat yakni : QS. Maryam (keterkaitan personal), QS. At-Tin (keterkaitan regional) dan QS. Ar-Rum (keterkaitan global) secara makna dicakup dalam QS. Al-Isro ayat ke-1.

Demikian catatan kami, semoga bermanfa’at dan mohon ma’af atas segala kekurangan yang ada.

Bagi pembaca yang ingin menyimak bagian lainnya, silakan klik tautan di bawah ini…

Kembali ke Bagian ke-I (klik disini)

Kembali ke Bagian ke-II (klik disini)